TANDA PERSALINAN

Juni 14, 2010 sutriani

2.1 Definisi

Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dari janin turun ke dalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban didorong keluar melalui jalan lahir                                                             (Sarwono, 2001 ).

Persalinan normal disebut juga partus spontan adalah proses lahirnya bayi pada letak belakang kepala dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam

( Rustam Mochtar, 1998 ).

Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37 – 42 minggu ) lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin

( Prawirohardjo, 2001 ).

2.2 Etiologi

Apa yang menyebabkan terjadinya persalinan belum diketahui benar, yang ada hanyalah merupakan teori-teori yang komplek antara lain ditemukan faktor hormonal, struktur rahim, sirkulasi rahim, pengaruh prostaglandin, pengaruh tekanan pada syaraf dan nutrisi.

  1. Teori penurunan hormonal

1 – 2 minggu sebelum partus mulai terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron bekerja sebagai penenang otot-otot polos rahim dan akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul his bila kadar progesteron turun.

  1. 2. Teori plasenta menjadi lebih tua

Yang akan menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progesteron sehingga menyebabkan kekejangan pembuluh darah. Hal ini akan menimbulkan kontraksi rahim.

  1. 3. Teori distensi rahim

Rahim yang menjadi besar dan meregang menyebabkan iskemia otot-otot sehingga mengganggu sirkulasi utero placenta.

  1. 4. Teori iritasi mekanik

Dibelakang serviks terletak ganglion servikale (Frankenhauser). Bila ganglion ini digeser dan ditekan, misalnya oleh kepala janin akan timbul kontraksi uterus

  1. 5. Induksi partus ( Induction of labour )

Partus dapat pula ditimbulkan dengan jalan : rangsang laminaria, amniotomi, dan oksitosin drips. (Rustam Mochtar, 1998).

2.3 Tanda dan gejala persalinan

Persalinan dimulai (inpartu) sejak  uterus berkontraksi dan menyebabkan perubahan pada serviks (membuka dan menipis) dan berakhir dengan lahirnya plasenta secara lengkap. Ibu belum inpartu jika kontraksi uterus tidak mengakibatkan perubahan serviks.

  1. Tanda permulaan persalinan

Pada permulaan persalinan / kata pendahuluan ( Preparatory stage of labor ) yang terjadi beberapa minggu sebelum terjadi persalinan, dapat terjadi tanda-tanda sebagai berikut :

a)      Lightening atau setting / deopping, yaitu kepala turun memasuki pintu atas panggul terutama pada primigravida.

b)      Perut kelihatan lebih melebar, fundus uteri turun.

c)      Perasaan sering kencing ( polikisuria ) karena kandung kemih tertekan oleh bagian terbawah janin.

d)      Perasaan sakit diperut dan dipinggang karena kontraksi ringan otot rahim dan tertekannya fleksus frankenhauser yang terletak pada sekitar serviks (tanda persalinan false-false labour pains).

e)      Serviks menjadi lembek, mulai mendatar karena terdapat kontraksi otot rahim.

f)        Terjadi pengeluaran lendir, dimana lendir penutup serviks dilepaskan dan bisa bercampur darah (Bloody show).

  1. Tanda-tanda inpartu sebagai berikut :

a)      Kekuatan dan rasa sakit oleh adanya his datang lebih kuat, sering dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek.

b)      Keluar lendir bercampur darah yang lebih banyak karena robekan-robekan kecil pada serviks.

c)      Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya.

d)      Pada pemeriksaan dalam dijumpai perubahan serviks : perlunakannnya, pendataran, dan terjadinya pembukaan serviks ( Manuaba, 1998).

2.4 Faktor-faktor yang penting dalam persalinan antara lain :

  1. Power ( kekuatan mendorong janin keluar ) terdiri dari :

a. His ( kontraksi uterus )

Merupakan kontraksi dan relaksasi otot uterus yang bergerak dari fundus ke   korpus sampai dengan ke serviks secara tidak sadar.

b.Kontraksi otot dinding rahim.

c. Kontraksi diafragma pelvis / kekuatan mengejan.

  1. Passanger meliputi :

a. Janin

b.Plasenta

  1. Passage ( jalan lahir ) terdiri dari :

a. Jalan lahir keras yaitu tulang pinggul (os coxae, os sacrum / promontorium, dan os coccygis)

b.Jalan lahir lunak : yang berperan dalarn persalinan adalah segmen bahwa rahim, seviks uteri dan vagina, juga otot-otot, jaringan ikat dan ligamen yang menyokong alat urogenital.

2.5 Fase – Fase dalam Kala Satu Persalinan

Kala satu persalinan dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus yang teratur dan meningkat (frekuensi dan kekuatannya) hingga serviks membuka lengkap 10 cm. Kala satu persalinan terdiri atas dua fase yaitu fase laten dan fase aktif.

Fase laten pada kala satu persalinan

  • Dimulai sejak awal berkontraksi yang menyebabkan penipisan
  • Berlangsung hingga serviks membuka kurang dari 4 cm
  • Pada umumnya fase laten berlangsung hampir atau 8 jam
  • Kondisi mulai teratur tetapi lamanya masih di antara 20 – 30 detik.

Fase pada kala satu persalinan

  • Frekuensi dan lama kontraksi uterus akan meningkat secara bertahap (kontraksi dianggap adekuat / memadai jika terjadi tiga kali atau lebih dalam waktu 10 menit, dan berlangsung selama 40 detik atau lebih)
  • Dari pembukaan 4 cm hingga mencapai pembukaan lengkap atau 10 cm, akan terjadi dengan kecepatan rata – rata 1 cm perjam (nulipara atau primigravida) atau lebih dari 1 cm hingga 2 cm (multipara).
  • Terjadi penurunan bagian terbawah janin

2.6 Gejala dan Tanda Kala Dua Persalinan

  • Ibu merasakan ingin meneran bersamaan dengan terjadinya kontraksi
  • Ibu merasakan adanya peningkatan tekanan pada rectum dan vaginanya
  • Perineum menonjol
  • Vulva vagina dan spingter ani membuka
  • Meningkatnya pengeluaran lendir bercampur darah

Tanda pasti kala dua ditentukan melalui periksa dalam informasi obyektif yang hasilnya adalah :

  • Pembukaan serviks telah lengkap atau
  • Terlihatnya bagian kepala bayi melalui introitus vagina

2.7 Pemantauan selama kala dua persalinan

kondisi ibu, bayi dan kemajuan persalinan harus selalu dipantau secara berkala dan ketat   selama berlangsungnya kala dua persalinan.

Pantau, periksa dan catat :

  • Nadi ibu setiap 30 menit
  • Frekuensi dan lama kontraksi setiap 30 menit
  • DJJ setiap selesai meneran atau setiap 5- 10 menit
  • Penurunan kepala bayi setiap 30 menit melalui pemeriksaan abdomen (periksa luar) dan periksa dalam setiap 60 menit atau jika ada indikasi, hal ini dilakukan lebih cepat
  • Cairan ketuban jika selaputnya sudah pecah (jernih atau bercampur mekonium atau darah)
    • Apakah ada presentasi majemuk atau tali pusat disamping atau terkemuka
    • Putaran paksi luar segera setelah kepala bayi lahir
    • Kehamilan kembar yang tidak diketahui sebelum bayi pertama lahir
    • Catatkan semua pemeriksaan dan intervensi yang dilakukan pada catatan persalinan.

2.8 Tanda – tanda bahaya persalinan

  1. Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas
  2. Keluar darah dari jalan lahir sebelum melahirkan
  3. Tali pusat atau tangan/kaki bayi terlihat pada jalan lahir
  4. Tidak kuat mengejan
  5. Mengalami kejang-kejang
  6. Air ketuban keluar dari jalan lahir sebelum terasa mulas
  7. Air ketuban keruh dan berbau
  8. Setelah bayi lahir, ari-ari tidak keluar
  9. Gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat
  10. Keluar darah banyak ketika bayi lahir

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Juni 2010
S S R K J S M
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: